"huahaha...", kapalnya nabrak jembatan.
Itu kata orang disebelah kiri saya, waktu nonton berita tsunami jepang. Sebuah kalimat yang membuat saya seketika mengelus dada. Sebenarnya saya pun merasa kalau adegan kapal nabrak jembatan itu emang cukup lucu, tapi saya ngga sampai hati buat ngetawain.
Karena khawatir, saya pun buka facebook untuk mendapatkan berita terbaru dari beberapa teman saya yang ada di manado dan papua. Ternyata benar felling saya kalau facebook adalah media yang paling efektif buat memantau kondisi seperti ini, meskipun saya ngga habis pikir bagaimana bisa orang panik sempat-sempatnya update status, tapi ya..begitulah. Saya cukup lega dengan status teman-teman saya disana yang isinya, "lagi ngungsi ke tomohon, masih aman-aman tuh" dan berbagai status sejenis yang intinya mereka baik-baik saja.
Yah..buset, ada juga yang bikin status "semoga miyabi baik-baik saja".
Nyawa terancam pun masih sempat ngajak becanda, buset. Meski ada sedikit kecurigaan kalau kekahawatiran teman saya terhadap miyabi ini, beneran. Yah, prioritas nafsu sama nyawa emang kadang beda tipis kok, saya bisa mengerti itu.
"drrtt...drrtt....", huaaaa!!! Apa ini?? Gempa???
Oh, ngga dink.. Hape saya geter-geter, ada yang telpon.
"gimana sayang, disana ngga papa?" (mamah saya yang telpon)
" aman mah..makassar ngga kena kok.."
" oh, syukurlah..yang penting kamu ngga papa. Udah ya..pulsa mahal."
Bujug..kok ya masih ingat pulsa mahal. Tapi emang bener, yang penting udah tahu saya ngga papa kan? Selesai perkara, apaan yang mau ditanyakan lagi emangnya? Ngga ada kan? Masalah apakah manado, sulawesi utara, maluku utara, papua baik-baik saja, itu urusan belakangan kan?
Ke egoisan, itu emang kodrat manusia bung.. Kita ngga bisa hindari itu.
Dan kodrat itu yang saya jumpai di dunia maya kali ini, berulang-ulang kali. Terhampar di mata saya, status-status facebook berisikan doa untuk keselamatan pulaunya dan kotanya masing-masing, artis idolanya ( termasuk miyabi, sora aoi, reon kadena, udah ah, nanti ketahuan kalo saya apal artis jav, celakanya lagi kalau ditanya, lho kok bisa apal? Wah, mampus..susah jawabnya.)
Dan hal yang sama saya jumpai pada orang-orang yang awalnya saya anggap sangat religius, rajin ibadah,ngga pernah telat jamnya sembahyang,kuat apalan ayat-ayatnya,jenggot dipelihara, dan yang lain saya rasa ngga usah disebutin, ini bukan buat menydutkan siapapun kan? Tulisan ini saya buat hanya untuk bertanya kepada diri sendiri, dan mungkin juga buat bertanya kepada anda, kita mau intropeksi sedikit ngga dari hal ini?
Maaf, tapi kalimat yang saya dengar pertama-tama dari mereka adalah "untung makassar ngga kena..". Lalu yang paling lucu adalah ucapan yang keluar saat menonton rekaman tsunami jepang, "habis mereka tadi ngga jumat'an sih..hahaha..". Lucu, lucu, dan lucu sekali.
Mengingat kalau 2012 ada issue dunia kiamat, mungkin sebenarnya kiamat sudah dimulai dari sekarang. Bukan..bukan berbagai bencana itu yang mengambil kesimpulan. Buat saya, kiamat sesungguhnya akan terjadi saat kasih sudah ngga ada lagi di dunia.
Seseorang, yang dianggap nabi oleh sebuah keyakinan, dan Tuhan oleh keyakinan yang lain, dua ribu tahun lalu pernah berkata : Dasar dari semua hukum adalah, cintamu kepada Tuhan, dan cintamu kepada sesamamu manusia.
Mungkin anda dan saya bukan berasal dari keyakinan yang sama. Tapi saya mohon pikirkan ini, bahwa kalaupun kasih kepada sesama manusia ngga peduli apapun dan siapapun dia ngga pernah tercatat dalam kitab suci manapun, tidak tercatat sebagai perintah dari siapapun termasuk Tuhan, apakah anda, saudaraku yang sedang membaca ini tidak akan merasa kalau hal itu sesuatu yang benar untuk dilakukan?
Mungkin saya, akan berkata, itu benar. Itu benar terlepas dari kitab apa yang saya pegang, terlepas dari keyakinan apa yang saya anut, terlepas dari apa yang Tuhan saya perintahkan. Itu benar..dan benar..saat saya melihat ke dalam diri saya sendiri.
Hanya saja saya yang sering lupa, seberapa benarnya hal itu.
"mereka ngga jumat'an sih tadi..hahaha..", terngiang lagi di telinga saya. Seperti ada paku yang ditusuk-tusukkan di dada , dan saya hanya mengelus dada, pergi ke ruang kerja saya, dan mulai mengetik tulisan ini.
--Apa Tuhan menciptakan manusia sebagai makhluk yang kejam?
Mengingat segala kebaikanNya, rasanya jawabannya adalah : tidak..
Kita tidak kejam, hanya lupa seperti apa mulanya Tuhan menciptakan hati kita. Begitulah mungkin..saya juga ngga tahu pastinya..
makassar, 11-03-2011
Jumat, 11 Maret 2011 |
0
komentar




0 komentar:
Posting Komentar