disini, aku pernah menemukanmu

Ada satu tempat dimana waktu seakan berhenti. Bukan tempat indah dengan hamparan geranium dan lavender, yang akan membuatku terkantuk-kantuk ingin merebahkan diri. Bukan tempat gelap yang indah, dengan ribuan bintang terlihat dan semua di bawahnya tampak sama.

Disini, aku pernah menemukanmu.

06.00.
Perjalanku melewati pemukiman kumuh, dengan kumpulan rumah-rumahnya yang padat dan bau sampah yang menusuk dari tumpukan sampah yang tidak segera dibakar itu membuatku sedikit terganggu. Langkahku pelan, entah kenapa aku tidak ingin segera lari dari tempat ini.

Di dunia ini sesuatu yang ganjil akan segera terlihat. Disini aku pernah melihatmu. Muncul tiba-tiba dari sebuah rumah kecil bercat hijau berpagar besi pendek dan menggelengkan kepala, entah kenapa. Baju berantakan dan rambut acak-acakan, ah..belum mandi rupanya. Berjalan tergesa-gesa sambil menggenggam dua buku kecil. Melewatiku, dan segera duniaku terperangkap dalam sebuah kotak kecil. Harapan.

Waktu sekian lama berjalan. Dan dunia ikut tertawa bersama waktu yang kita genggam bersama.
Di berbagai tempat yang lain, aku menjadi sering melihatmu. Berjalan bersamaku tersenyum melewati kumpulan toko, rumah, gedung-gedung bertingkat dengan bau asap dari kendaraan yang lalu lalang. Ada di sebelahku mengulum sebatang es krim coklat, dengan cara aneh yang membuatku tertawa terbahak-bahak. Waktu kita benar-benar menjadi harapan.

Seandainya di dunia ini semua orang terus berada di tempat yang sama. Mungkin waktu juga akan berhenti disana. Tapi sepertinya tak seorangpun boleh menguasai suatu tempat untuk waktu yang lama. Waktupun berjalan dan kita berubah. Manusia menjadi jauh lebih lemah dari waktu.

Awan sedikit bergerak, beberapa lembar daun terjatuh, dan seseorang kembali bernafas di tempat ini. Duniaku kembali, dan melekat pada waktu yang terus berjalan maju. Terkadang aku rindu terperangkap di kotak kecil harapan itu lagi, di tempat itu kita menguasai waktu.

Kini aku berjalan maju, seperti waktu. Melewati tempat-tempat dimana aku pernah menggenggam tanganmu. Hanya sedikit berharap, dengan kemungkinan kecil, di bumi berputar, berbagai tempat yang luas, waktu kita sempat terhenti di tempat yang sama.

Meski aku tak akan menunggu. Seperti waktu, aku juga harus berjalan maju.

Aku berjalan lagi, melewati rumah kecil itu. Disini, waktu seakan pernah berhenti. Disini aku pernah menemukanmu.

Jakarta, dua tahun yang lalu.

0 komentar:

Posting Komentar

About Me

Foto saya
hanya seorang pecinta sandal swallow warna hijau, yang gue pakai jalan-jalan ngga jelas kemana-mana mulai dari mall sampai restoran besar (sempat ngga boleh masuk, sialan!).

Pengikut Jejak

Penunjuk Sandal

Sandal ku Laku :)

Sandal Jepit Ku

Your pictures and fotos in a slideshow on MySpace, eBay, Facebook or your website!view all pictures of this slideshow

Absen Sandal


ShoutMix chat widget
ADS
ADS
ADS
ADS
Diberdayakan oleh Blogger.

You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "