Kenapa blog ini dinamai sandal jepit? dan kenapa pakai embel-embel ijo?
Itu semua ada filosofinya lho saudara, bukan sekedar njeplak aja bikin judul nih.
Yang pertama kenapa pakai judul sandal jepit?
Nah, kita semua tahu kalau sandal jepit itu ada di seluruh lapisan masyarakat, mulai dari tukang becak sampai direktur semua suka pakai sandal jepit, semua tahu sandal jepit, semua harusnya punya sandal jepit. sandal jepit adalah salah satu lambang kesatuan bangsa lho saudara. Kalau ada istilah, "we are in the same world, in the same sky..so we all are brothers and sisters". Maka dengan filosofi sandal ini, kita bisa berkata, "berbeda suku bangsa, berbeda agama, berbeda budaya, namun bersendal jepit semua.". Oh, indahnya..
Sandal jepit juga adalah lambang sebuah esensi. Kita semua tahu kalau sebenarnya esensi dari semua alas kaki adalah sama, yaitu untuk melindungi kaki. Bener apa bener?
Tapi masing-masing alas kaki punya gengsi yang berbeda, misalnya sepatu buat kerja, high hells buat pesta, lalu ada kawin silang sepatu sama sendal, yang namanya sepatu sendal. sepatu sandal ini biasanya buat main sama jalan-jalan. Kasta paling bawah ya adalah sandal jepit. Sendal jepit selalu dianggap rendah, sampai-sampai kalau kita jalan-jalan ke mall pakai sandal jepit pasti akan diliatin dengan ilfeel sama orang.
"udah ngga keren, pakai sandal jepit lagi..bikin mata katarak aja nih!"
Padahal kalau kita mau renungkan, sebenarnya dengan objektif dan tanpa membawa-bawa harga diri dan gengsi, sandal jepit kan fungsinya sama aja sama sandal mahal dan sepatu-sepatu itu. Malah ada beberapa orang yang malah lebih suka pakai sandal jepit kemana-mana. Lebih nyaman aja rasanya. Termasuk saya.
Saya kalau kemana-mana selain di kantor dan ke gereja, pasti pakai sandal jepit swallow warna hijau. Ke mall juga begitu, biar diliatin orang saya ngga peduli, bukankah yang dibilang rasa ngga nyaman itu sebenarnya muncul karena kita ngga nyaman dengan diri sendiri. Saya ngga ngerasa pakai sandal jepit ke mall adalah hal yang salah, jadi saya nyantai aja biar diliatin orang juga.
Intinya (meskipun ga nyambung dengan penjelasan di atas) saya menulis di blog ini untuk semua orang, bukan buat golongan tertentu seperti yang disebut anak "gaol", anak "alay", anak gedongan, anak "kampung", birokrat, dll..dll..dll..
mau lu gaul kek, mau lu ga gaul kek, mau lu gedongan kek, ga gedongan kek, alay kek, ga alay kek, dan kek kek yang lainnya, selamat datang di blog saya. Disini, kita semua sama.
Kalo masalah kenapa hijau? Yah, itu sih cuma karena ijo adalah warna kesukaan saya aja.
Minggu, 20 Februari 2011 |
1 komentar




1 komentar:
penjual viagra
Posting Komentar